Selasa, 05 Maret 2013

nilai sesuai uang??

nilai sesuai uang??

sekolah bagus ternyata menyimpan banyak kecurangan, anehnya kecurangan itu di bahas terang terang di depan muridnya yang lain ini beberapa keanehanya:

1. remedial di tempat les
memang ini jarang di temui dengan alasan tidak ada waktu untuk memberikan remedial dipun berkata kalau mau remedial di les aja

2. pembahasan soal
ini yang paling sering terjadi di depan semua murid dia berkata nak, ulanganya setelah les ya.., lalu baru baru ini dia mengatakan soalnya hampir sama yang di berikan di les, dan beberapa materi ulangan di bahas di les tapi tidak di bahas di sekolah

3. perkerjaan orang tua
kenapa ada oknum guru yang bertanya orang tuanya kerja apa, pertanyaanya buat apa mereka bertanya apa kerja orang tua kita??

4.menjual barang
dari banyak guru inilah yang paling aneh karna dalam kelas dia sempat menawarkan siapa yang mau membeli pensil, penghapus, penggaris dll.


itulah pengalaman saya sendiri :) o_O

dunia pendidikan yang sudah kritis

iuran dengan minimal??

saya merupakan seorang murid di salah satu sekolah ternama, saya pikir jika saya bersekolah di sana akan mendapatkan fasilitas yang lengkap, tetapi di sana ternyata hampir sama dengan sekolah pada umumnya, awalnya saya biasa saja hingga salah satu buatan kakak kelas di sekolah saya membuat sebuah karya yang di bukukan

saya dan teman teman saya awalnya menolak karna buku yg lumayan tipis di jual dengan harga di atas 20.000, hingga suatu saat seorang guru kami datang saat jam pelajaran, dia bilang tolong yg tidak membeli buku tersebut menemui saya, akhirnya kamipun menemuinya

saat di temui ternyata kelas lain telah berkumpul, guru itupun basa-basi dan di akhir ucapanya dia berkata siapa yg tidak mau beli angkat tangan nanti pak catat namanya kamipun disana  tidak ada yang mengangkat tangan pasti akan ada sesuatu di balik itu semua

akhirnya saya dan teman teman saya membeli buku yg sebelumnya telah kami kembalikan walaupun dengan rasa terpaksa membelinya, tadi saat guru itu mengatakan bahwa buku ini gratis tapi orang tua kalian memberi infaq ya... 20.000 lah tapi boleh lebih

guru itu melanjutkan kalau ada yg keluarganya miskin sekali di gratiskan tapi orang tua harus menghadap. separah itu kah dunia pendidikan indonesia??

sebelum saya mengakhiri blog saya saya akan menulis sebuah puisi



di mana guruku??
dimana guruku...
yang membimbingku selama ini.
yang mengajari tanpa status 
dari keluarga.. dan kedudukanya apa

kini...
begitu sulitnya mencari guru 
yang mementingkan murid diatas kebutuhan pribadinya
mengajar dengan ikhlas tanpa mengharap apapun

pantas...
pantas saja semua orang pintar indonesia pindah ke luar negri
uang lebih penting dari otak
apakah segini parah dunia pendidikan??

walau tidak semua guru begitu
berwibawa tapi di belakangnya..
sangat berbeda dengan sosok di belakang muridnya

sory kalau ada salah salah kata